Manfaatkan masa kini dengan optimal sebelum dia berlalu, karena masa lalu tidak akan pernah kembali.....
|PKS-Jaktim| |FaithCommunity| |ChattUkhuwah| |EraMuslim| |Boemi-Islam| | ManajemanQolbu|



   

<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


~~~Blogs Prend~~~
@lif_M3

@ann

@di Onggoboyo

@Rul

Adhiena

Affah

Arjit

Bu Guru Ay

Chandra

Denny

Diah

Dina Roslaeni

Dita

Elah

Fathy

Fosilram

Ghuroba

Hanum

Honney

IdE

Irbath

Kangmas Anom

Ke@n

Nandar

Nyinkring

Om Iman

Muhandis

Olieds

Pandri

Rahman

Rhama

$ander

Sausan

Suryani

Ir@


Tentang IMB



If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, September 27, 2005
Countdown to Ramadhan

eramuslim - Tak terasa waktu begitu cepat verlalu, tak terasa kita kita akan segera memasuki bulan ramadhan. Ada yang menyambutnya dengan gembira karena merasa ini adalah momentum terbaik bagi gugurnya dosa, meningkatnya harga pahala dan tersambungnya kembali jalinan silaturahim. Bulan penuh berkah, bulan penuh rahmah, bulan kembali kepada alquran dan ibadah. Seandainya setiap bulan adalah Ramadhan.

Di sisi lain ada juga sebagian dari kita yang biasa-biasa saja menyambut Ramadhan, tidak ada yang istimewa. Padahal Rasulullah SAW, mengajarkan kita untuk berdoa agar bisa disampaikannya pada bulan ramadhan. Ya Allah berkatilah kami di bulan Rajab, berkatilah kami di bulan Sya'ban dan ijinkanlah kami untuk bertemu dengan bulan Ramadhan. Subhanallah, itulah keistimewaan Ramadhan sampai-sampai Rasulullah meminta seperti itu. Karena kita tidak tahu, apakah masih ada umur kita sampai ke bulan penuh berkah itu?

Terkait dengan itu, adakah kita sudah mempersiapkan diri menyambutnya? Setidaknya ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan, diantaranya: persiapan fisik (jasadiyah), mental (aqliyah), spiritual (ruhiyah), dan silaturahim.

1. Persiapan Fisik (Jasadiyah)
Puasa terkait dengan menahan makan dan minum, oleh karena itu tubuh yang sehat dan kuat sangat dibutuhkan pada bulan puasa. Sangat disarankan untuk tidak melakukan kegiatan yang membahayakan fisik kita sebelum ramadhan sehingga tidak terjadi hal-hal yang menyebabkan tubuh kita sakit dan lemah.

Pola makan kita di luar bulan puasa akan mempengaruhi fisik kita di awal Ramadhan, bagi yang tidak terbiasa berpuasa biasanya mengalami pusing-pusing. Beruntung bagi yang sudah terbiasa puasa sunnah, hanya tinggal melanjutkan kebiasaannya.

2. Persiapan Ilmu (Aqliyah)
Amal tanpa ilmu akan sia-sia. Ilmu yang terkait dengan menjalankan ibadah puasa cukup luas dan literatur bacaan mengenai puasa sudah banyak diterbitkan. Ada Fiqih Sunnah karya Sa'id Hawwa, Fiqih Puasa karya Sayyid Quthb dan masih banyak lagi. Dengan membaca buku-buku tersebut, Insya Allah pemahaman kita tentang puasa akan lebih baik dan benar.

3. Persiapan spiritual (ruhiyah)
Berapa banyak orang yang puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga? Itu dikarenakan puasanya tidak memiliki nilai spiritual sehingga ketika dia berpuasa pada hakekatnya hanya menahan lapar dan haus saja, tapi jiwanya tidak ikut berpuasa. Hatinya masih penuh dengki, hasad, hasud, iri, dendam bahkan pikirannya masih kotor. Seperti kita semua ketahui, puasa adalah ibadah istimewa karena memiliki nilai tarbiyah (pembinaan) langsung dari sang Khalik. Secara fisik bisa saja kita terlihat berpuasa tapi secara spiritual (ruhiyah) amat sulit menilainya, ia hanya bisa dirasakan oleh si pelaku puasa dan Allah Yang Maha Kuasa. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk membersihkan hati kita dari berbagai macam penyakit hati. Perbanyak dzikir dan shalat sunnah, menjaga pandangan, lidah dan pikiran.

4. Silaturahmi
Salah satu keberkahan dari bulan suci Ramadhan adalah silaturahim. Sebaiknya untuk meringankan beban dosa kita terhadap sesama, mohonkanlah maaf kepada saudara, sahabat, keluarga dan rekan kita, sehingga pada saat memasuki bulan puasa diri kita menjadi lebih ringan menjalaninya.

Dari semua persiapan di atas ada satu hal penting yang harus juga kita lakukan, yaitu: manajemen waktu ibadah. Waktu ibadah di bulan suci ini harus kita siasati. 10 hari terakhir adalah waktu kita untuk i'tikaf, oleh karena itu aktivitas pada saat itu harus kita atur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu i'tikaf. Belanja bisa kita lakukan di awal Ramadhan, sembako bisa kita siapkan dari sekarang. Bagi pekerja yang pada saat itu masih harus bekerja dapat ber-i'tikaf di malam harinya. Jadi upayakan setiap waktu yang kita pakai di bulan Ramadhan nanti membuahkan pahala kebaikan buat kita, terjaganya ibadah kepada Allah dan makin mendekatkan diri kita kepada-Nya.

Insya Allah jika kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya kita akan mendapatkan hikmah dan berkah dari Ramadhan. Sudah sepatutnya kita berjuang meraih kemenangan Ramadhan. So, let's countdown to Ramadhan

MZ Omar
omar@akk.co.id


Posted at 05:23 pm by mustoyo

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry